YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Monday, October 6, 2014

e-psikologi website yang mempermudah kita mecari info tentang dunia Psikologi




www.e-psikologi,com  adalah sebuah website tentang psikologi,yang ada sejak januari tahun 2005,ada pun website ini berisi fitur-fitur seperti berikut ini :
1.artikel artikel tentang psikologi.
2.konseling secara online.
3.kuis.
4.survei.

    

               Artikel artikel tentang psikologi



Salah satu fitur dari website ini adalah kita bisa mendapatkan beberapa artikel psikologi dengan cara mengklik salah satu gambar yang ada disekeliling gambar garpu  tala,contoh nya bila kita mengklik gambar yang berbentuk otak manusia kita akan mendapatkan atikel tentang psikologi klinis,selain psikologi klinis,kita juga bisa mendapatkan artikel tentang psikologi yang lain apa bila mengklik gambar yang lain yang ada disekeliling garpu tala.



Konseling secara Online


Salah satu fitur ini adalah kita bisa konseling secara online,sebelum kita memulai konseling pertama tama lita harus member login,atau bila belum terdaftar bisa mendaftar terlebih dahulu.


Setelah login atau mendaftarkan diri,kita akan mengisi data diri kita,seperti nama,umur,jenis kelamin,kota,tanggal lahir,email,dan permasalahan apa yang kita alami,setelah mengisi data dan pemasalahan apa yang ingin kita cerita kan,tunggu beberapa waktu,untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang kita cerita kan.



Kuis dan survei





Fitur yang lain lagi dari website ini adalah kuis dan survei,kuis yang ada dalam website ada banyak macam nya,salah satu nya adalah kuis Logical,kuis logical ini kuis dimana kita dimana mengisi beberapa pertanyaan yang hasil nya nanti akan mengambarkan nila logika kita,sedangkan survei berisi beberapa pertanya tentang e-psikologi tersebut.


Manfaat 

Manfaat website ini adalah kita dapat mudah menemukan artikel-artikel tentang beberapa cabang psikologi yang bisa menambah ilmu kita tentang beberapa cabang tersebut,dan kuis kuis yang ada dapat memberikan nilai nilai yang ada dalam kita yang bisa kita jadi kan acuan untuk diri agar menjadi lebih baik lagi





sumber :
http://www.e-psikologi.com/epsi/default.asp

Pengantar Sistem Informasi Psikologi

Saya akan menjelaskan apa  kah yang dimiaksud dengan sistem informasi Psikologi,  tapi sebelum nya saya akan menjelaskan satu persatu apa yang dimaksud dengan sistem, informasi, sistem informasi, psikologi dan sistem informasi psikologi, agar dapat dimengerti dengan jelas :
1.   Sistem
a.       Pengertian Sistem
suatu susunan elemen yang  membentuk suatu kegiatan atau suatu  prosedur/skema yang berorientasi ke arah  tujuan yg sama dg melalui pengoperasian  data dan energi dan materi ke  dalam sewaktu-waktu untuk memperoleh   suatu informasi dan/atau energi dan atau  materi
Menurut Lani Sidharta (1995), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984) Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
Menurut Murdick, R.G, (1991) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
Menurut Jogianto (2005) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit

b.      Karekteristik Sistem
Jogianto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni :
1). Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2). Batasan sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3). Lingkungan Luar Sistem.
Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. sedang lingkunagn luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kalangsungan hidup dari sistem.
4). Penghubung Sistem
Penghubung (interfance) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.
5). Masukan Sistem
Masukan (input) sistem adalah energi yang masukan kedalam sistem. masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya tersebut dapat beroperasi.signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. sebagai contoh didalam komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6). Keluaran Sistem
Keluaran (output) sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklafikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7). Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8). Sasaran Sistem
Sebuah sistem sudah tentu mempunyai sasaran ataupun tujuan. Dengan adanya sasaran sistem, maka kita dapat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran apa yang akan dihasilkan sistem tersebut dapat dikatakan berhasil apabila mencapai/mengenai sasaran atau pun tujuan

c.       Bentuk – Bentuk sistem
Menurut Jogiyanto HM., (1999: 687), Sistem dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain:
·         Sistem abstrak, adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak secara fisik.
·         Sistem phisik, adalah sistem yang ada secara phisik.
·         Sistem alamiah, adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.
·         Sistem buatan manusia, adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
·         Sistem tertentu (deterministik system), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
·         Sistem tak tentu (probabilistik system), adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
·         Sistem tertutup, adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.
·         Sistem terbuka, adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Husni Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri (1997) menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu:
·         Sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya.
·         Sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.

d.      Pelaku dari sistem
pelaku dari sistem yang dimaksud terdiri dari tujuh kelompok yaitu:
1)      Pemakai
Pada umumnya ada tiga jenis pemakai yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2)      Manajemen
Tiga jenis manajemen yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang diterapkan dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
3)      Pemeriksa
Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahan sejenis.
4)      Penganalisa Sistem
Fungsi-fungsinya antara lain adalah sebagai:
Arkeolog; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan; bagaimana sistem tersebut dijalankan, dan segala hal menyangkut sistem lama,
Inovator; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain,
Mediator; yaitu yang menjalankan  fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama,
Pimpinan proyek; penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5)      Pendesain Sistem
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6)        Programmer
Setelah pengnalisa sistem memberikan hasil kerjanya dan kemudian diolah oleh pendesain sistem baru programmer dapat mulai bekerja. Karena itu programmer baru mulai bekerja setelah penganalisa sistem selesai dengan pekerjaannya.
7)      Personil pengoperasian
Pelaku ini bertugas dan bertanggung jawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan, dan back-up.
Sebuah sistem secara umum adalah terdiri dari masukan, pengolahan, dan keluaran yang terdiri dari bagian-bagian yang selalu terkait dan beroperasi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem bagian (subsystems) dimana masing – masing subsistem dapat terdiri dari subsistem – subsistem yang lebih kecil lagi atau komponen – komponen, yang saling berhubungan dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated) sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai

2.   Informasi
a.    Pengertian Sistem
Data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode ataupun cara – cara tertentu.
Menurut Gordon B. Davis (1991), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Menurut Lani Sidharta (1995), Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan
Menurut Jogiyanto HM., (1999), Informasi dapat didefinisikansebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan
Dengan demikian Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya  (Wikipedia - Indonesia).Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

3.   Sistem Informasi
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
Menurut O’Brien (2005, p5),  sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 tentang komponen sistem informasi.
menurut Lani Sidharta (1995), Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai”
Sistem informasi didefinisikan Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999), Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Gordon B. Davis (1991), Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
Jadi dapat disimpulkan Sistem informasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan.

4.   Psikologi

a.    Pengertian Psikologi
Psikologi  (dari  bahasa  Yunani  Kuno:  psyche  =  jiwa  dan  logos  =  kata)  dalam  arti  bebas  psikologi  adalah  ilmu  yang  mempelajari  tentang  jiwa/mental.  Psikologi  tidak  mempelajari  jiwa/mental  itu  secara  langsung  karena  sifatnya  yang  abstrak,  tetapi  psikologi  membatasi  pada  manifestasi  dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses  atau  kegiatannya,  sehingga  Psikologi  dapat  didefinisikan  sebagai  ilmu  pengetahuan  yang  mempelajari  tingkah  laku  dan  proses  mental.  Secara  keseluruhan  dapat  disimpulkan  bahwa  psikologi  sebagai  studi  ilmiah  mengenai  proses  prilaku  dan  proses-proses  mental.  Psikologi  merupakan  salah satu bagian dari ilmu prilaku atau ilmu sosial.

5.    Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi.

Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.



Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-informasi-menurut.html

Thursday, October 31, 2013

MANAJEMEN DATA

Sistem pengolahan data secara elektronik menyimpan data dengan cara mengorganisasi unit data yang lebih kecil ke dalam unit yang lebih besar secara terstruktur dan hierarkis. Secara rinci, hierarki data dari data terkecil sampai data yang paling besar dapat ditunjukkan sebagai berikut :
  1. Field, yaitu kumpulan elemen data terkecil yang disimpan dalam sebuah spasi (ruang) fisik.
  2. Record, adalah sejumlah field yang dikelompokkan dan membentuk sebuah satuan data, yang sekaligus menguraikan atribut khusus dari sebuah entity.
  3. File, adalah sekumpulan record yang sejenis. Contohnya adalah seluruh record piutang pelanggan dikumpulkan dalam satu tempat yang disebut file piutang dagang
  4. Data base, adalah kumpulan file-file yang membentuk satuan data yang besar. Dengan dikumpulkannya data perusahaan ke dalam database, maka koordinasi data menjadi lebih mudah sehingga proses pembaruan (updating) dan akses data menjadi lbih lancar.
Di masa lalu, perusahaan akan membuat program file baru setiap kali terjadi perubahan kebutuhn informasi. Akibatnya jumlah induk file yang diselenggarakan juga bertambah. Saat ini, dengan mengadopsi konsep database, maka perubahan kebutuhan informasi akan dilayani tanpa perlu menambah program dan file baru. Istilah-istilah umum dalam konsep database yang perlu diketahui adalah :
  1. Pendekatan database (database approach). Pendekatan ini memandang data sebagai sebuah sumberdaya organisasi yang harus digunakan dan dikelola untuk seluruh organisasi bukan hanya digunakan dan dikelola oleh unit atau fungsi tertentu saja. Secara umum perbedaan pengelolaan data dengan cara lama (file approach) dan cara baru (database approach).
  2. Sistem manajemen database (Database manajemen system/DBMS), adalah program yang mengelola dan mengendalikan data dan interface (antara data dan program aplikasi).
  3. Sistem database (database system), yaitu merupakan gabungan antara database, DBMS, dan program aplikasi yang mengakses database melalui DBMS.
  4. Database Administartor (DBA), adalah orang yang bertanggung jawab terhadap penanganan dan pengelolaan database.
  5. Data warehouse, adalah database yang dimiliki oleh sebuah perusahaan,. Datawarehouse ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi maju.
Dalam sebuah system yang berorientasi file (file oriented system), para pemrogram harus tahu lokasi fisik dan layout record yang digunakan dalam sebuah program aplikasi.
Pendekatan database mengenal dua cara pandang terhadap data yaitu cara pandang logical view) dan cara pandang fisik (physical view).

Pandangan logis (logical view) berkaitan dengan bagaimana pemakai secara konsep mengorganisasi, memandang, dan memahami hubungan antar data. Pandangan fisik (physical view) berkaitan dengan bagaimana dan dimana data secara fisik dibuat dan disimpan dalam disket, hardisk, pita, atau media lain.

Perangkat lunak system manajemen database berfungsi menghubungkan antara cara data secara fisik disimpan dalam disket dan cara pandang logis terhadap data yang dilakukan oleh setiap pemakai. DBMS mengendalikan database sedemikian rupa sehingga pemakai dapat mengakses, menghasilkan informasi, atau memperbarui data tanpa harus mengetahui bagaimana data secara fisik disimpan.
Dengan demikian, para pemakai hanya bertanggung jawab mendefinisikan pesyaratan tanpilan data logis mereka tanpa perlu melakukan pengubahan pandangan fisik. Selain itu, administrator database dapat pula mengubah penyimpanan fisik data meskipun para pemakai tidak mengubah program aplikasi yang bersangkutan.

Karyawan bagian pengolahan data menggunakan cara pandang fisik untuk mengefisiensikan penggunaan alat-alat penyimpanan data dan alat-alat pemrosesan lainnya. Dalam hal ini administrator database bertanggungjawab untuk menyimpan data secara fisik sedemikian rupa sehingga persyaratan logis terpenuhi.

Penggunaan system database untuk mengelola data sebuah organisasi memberikan beberapa keuntungan, antara lain :

  1. Integrasi data, informasi dapat dihasilkan dengan mengkombinasikan data tanpa batas.
  2. Flexibilitas laporan, laporan dapat direvisi secara mudah, dan dibuat sesuai dengan kebutuhan tanpa terikat jadwal laporan regular.
  3. Meminimumkan pengulangan dan ketidakkonsistenan data, karena elemen data biasanya disimpan hanya sekali, pengulangan dan ketidakkonsistenan data dapat diminimumkan.
  4. Independensi data, karena data dan program independen satu sama lain, maka masing-nasing dapat diubah tanpa saling mempengaruhi. Hal ini menyederhanakan pengelolaan data dan pemrograman.
  5. Manajemen data terpusat, dengan pendekatan data base, maka manejemen data menjadi lebih efisien karena administrator database bertanggungjawab untuk mengkoordinasu, mengendalikan, dan mengelola database.
  6. Keamanan, perangkat lunak DBMS memiliki system pengawasan melekat, seperti misalnya password yang membantu menjamin integritas data.
  7. Analisis lintas fungsi, dalam database hubungan antar elemen data

10 Tips Manajemen Waktu Yang Terbukti

Apakah Anda pernah berpikir? Bahwa semua yang Anda lakukan dalam kehidupan Anda sangatlah banyak. Mulai dari harus mengurus kehidupan sehari-hari pribadi Anda, keluarga Anda sampai pekerjaan Anda. Apakah Anda bisa menyeimbangkan manajemen waktu tersebut?
Manajemen waktu adalah hal yang sangat sulit dilakukan untuk siapapun, bahkan pengusaha sukses sekalipun kadang kelabakandengan waktu mereka. Anda harus belajar mengenai manajemen waktu dari sekarang. Cobalah dengan cara membuat jadwal. Paling mudahnya adalah manfaatkanlah gandget Anda untuk mewujudkan manajemen yang baik yaitu dengan membuat jadwal di kalender gadget Anda.
Sebagai pengusaha, Anda mungkin akan sering terputus atau ditarik ke arah yang berbeda. Meskipun Anda tidak bisa menghilangkan gangguan, Anda dapat mengatakan seberapa banyak waktu yang Anda akan habiskan pada orang lain dan berapa banyak waktu yang akan Anda habiskan pada pikiran, percakapan dan tindakan yang akan membawa Anda menuju sukses.
Semua itu harus Anda pertimbangkan sejak dini. Anda harus belajar mengenai apa itu waktu, bagaimana cara manajemen yang baik dan semua tentang pengaturan waktu dan kehidupan Anda. Tentunya Anda tidak ingin pekerjaan membuat Anda lupa dengan kehidupan sehari hari Anda, dan sebaliknya Anda juga tidak ingin kesenangan atas hobi Anda menjadi suatu hal yang membuat Anda lupa dengan kewajiban pekerjaan Anda.
Berikut adalah 10 tips manajemen waktu yang harus Anda coba.
1. Laksanakan jadwal dan rekam semua pikiran Anda, percakapan, serta kegiatan yang telah Anda lakukan selama satu minggu. Hal ini akan membantu Anda memahami berapa banyak kegiatan yang dapat Anda lakukan dalam satu hari. Anda akan melihat berapa banyak waktu yang benar-benar menghabiskan hasil produksi dan berapa banyak waktu yang terbuang. Hal ini pun akan membantu Anda untuk belajar tentang manajemen waktu yang baik.

2. Buatlah to-do list. Setiap aktivitas atau percakapan yang penting bagi keberhasilan Anda harus memiliki waktu yang ditugaskan untuk itu. Dengan adanya to-do list, waktu Anda akan lebih berguna setiap saatnya.
3. Rencanakan untuk menghabiskan setidaknya 50% dari waktu Anda untuk terlibat dalam pikiran, kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan sebagian besar hasil Anda
4. Jadwalkan waktu untuk interupsi. Rencanakan waktu untuk menarik diri dari apa yang Anda lakukan. Ambillah suatu konsep yang menarik, misalnya, konsep memiliki “jam kantor.” Bukankah “jam kerja” adalah cara lain untuk mengatakan “interupsi yang direncanakan?”
5. Ambil 30 menit pertama setiap hari untuk merencanakan hari Anda. Jangan memulai hari Anda sampai Anda menyelesaikan rencana waktu Anda. Waktu yang paling penting dari hari Anda adalah waktu Anda menjadwalkan untuk menjadwalkan waktu. Selain itu, hal ini juga berguna agar manajemen waktu Anda berjalan dengan baik tanpa harus mengganggu hal lainnya.
6. Ambil lima menit sebelum setiap panggilan dan tugas untuk memutuskan apa target yang Anda inginkan untuk dicapai. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang tampak seperti keberhasilan sebelum Anda mulai. Dan itu juga akan membuat Anda tepat waktu dalam bekerja. Karena Anda sudah memiliki target dan semua jadwal yang direncanakan dengan baik.
7. Pasanglah tanda “Jangan diganggu” ketika Anda benar-benar harus melaksanakan pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat.
8. Cobalah untuk tidak beralih ke handphone Anda hanya karena mendengar dering dari handphone Anda. Anda boleh melihatnya, tapi jika hal itu tidak penting, usahakan untuk mengalihkan perhatian Anda dari handphone Anda. Kecuali, itu pesan atau telepon dari rekan bisnis Anda. Kemudian, cobalah untuk menjadwalkan waktu untuk mengecek email, atau sekedar browsing di internet mengenai bisnis Anda, karena Anda juga membutuhkan pengetahuan mengenai hal itu.
9. Blokirlah gangguan lainnya seperti Facebook atau media sosial lainnya saat Anda bekerja. Kecuali, jika pekerjaan Anda berhubungan dengan media sosial.
10. Ingat bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan semua yang sudah Anda rencanakan. Karena Anda hanyalah manusia biasa. Ingat juga bahwa peluang baik adalah 20% dari pikiran Anda, sedangkan percakapan dan kegiatan menghasilkan 80 persen dari hasil Anda.

Pengorganisasian Sturuktur Manajemen

A. Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapaian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuataan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
B. Stuktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kesatuan kerangka organisasi yang ditetapkan untuk
proses manajerial, sistem, pola tingkah laku yang muncul dan terjadi dalam praktek
penyelenggaraan organisasi dan manajemen. Struktur organisasi merupakan alat untuk
membantu manajemen dalam mencapai tujuannya. Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada anggotanya. Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan mengarah pada suatu kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan. Hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian ataupun posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi Kerangka kerja organisasi disebut sebagai desain organisasi (organizational design). Bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi (organizational Utarastructure). Pengertian yang jelas tentang struktur organisasi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
C. Pengorganisasian sebagai fungsi 
     Manajemen
salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh setiap manajer atau orang-orang yang menjalankan manajemendalam setiap organisasi.Fungsi manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh sumber(resources) baik berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai pencapaian tujuannya. 



Actuating dalam Manajemen

A.Definisi Actuating
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa, “Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.” Jadi actuating adalah usaha menggerakkan seluruh orang yang terkait, untuk secara bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing dengan cara yang terbaik dan benar.

B. Penting nya Actuating
Pentingnya actuating adalah untuk lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

C. Prinsip ACTUATING
Dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu, menurutRobbins P. Stephens (1989) Actuating yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a. Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti :perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.

b. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka mengkehendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang  baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.

c. Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal.




Mengendalikan Fungsi Manajemen

A. Definis mengendalikan (CONTROLLING)
Menurut Handoko T. Hani (2003) Controlling manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah diterapakan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan­penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.

B. Langkah – Langkah dalam Kontrol

1.Menetapkan standar dan metode prestasi kerja
Standar yang dimaksud adalah criteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih didalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan.
2. Melakukan Pengukuran Prestasi Kerja
Pengukuran prestasi kerja idealnya dilaksanakan atas dasar pandangan kedepan, sehingga penyimpangan-pennyimpangan yang mungkin terjadi ari standar dapat diketahui lebih dahulu.
3. Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai standar
Yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya beada dalam kendali.
4. Mengambil tindakan kolektif
 Proses pengawasan tidak lengkap bila tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yanf terjadi. Apabila prestasi kerja diukur dalam standar, maka pembetulan penyimpangan yang terjadi dapat dipercepat, karena manajer sudah mengetahui dengan tepat, terhadap bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja, tindakan koreksi itu harus dikenakan.


C.Tipe – Tipe Kontrol
Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.
Pengendalian preventif (preventive control). Pada tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk program – program

2.
Pengendalian operasional (operational control). Pada tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran
Pengendalian kinerja. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan.

D. Kontrol Proses Manajemen
proses pengendalian :
1. Menemtukan standar – standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
3. Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar menentukan penyimpangan
    jika ada.

4. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan recana.



Referensi :
Handoko, T. Hani (2003), Manajemen.  Edisi Kedua.  Cetakan Kedelapanbelas.    Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
Kadarman, A.M. et.al. 1996. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta, Gramedia
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 
Robbins P. Stephens. 1989. Oranizational Behavior . New Jersey. Englewood Cliffs Prentice-Hall

Solihin Ismail. 2010. Pengantar Manajemen. Jakarta. Erlangga