Saya akan menjelaskan apa kah yang dimiaksud dengan sistem informasi
Psikologi, tapi sebelum nya saya akan
menjelaskan satu persatu apa yang dimaksud dengan sistem, informasi, sistem
informasi, psikologi dan sistem informasi psikologi, agar dapat dimengerti
dengan jelas :
1.
Sistem
a.
Pengertian
Sistem
suatu
susunan elemen yang membentuk suatu
kegiatan atau suatu prosedur/skema yang
berorientasi ke arah tujuan yg sama dg
melalui pengoperasian data dan energi
dan materi ke dalam sewaktu-waktu untuk
memperoleh suatu informasi dan/atau energi dan atau materi
Menurut
Lani Sidharta (1995), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling
berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Menurut
Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984) Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang
mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri
tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara
fungsional.
Menurut
Murdick, R.G, (1991) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk
kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu
tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang
pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi
dan/atau barang.
Menurut
Jogianto (2005) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen
yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu
objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan
terjadi.
Dengan
demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki
keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk
mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah
untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit
b. Karekteristik Sistem
Jogianto
(2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat
tertentu, yakni :
1).
Komponen
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya
saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari
sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan
suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2). Batasan sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang
membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan
luarnya. batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3). Lingkungan Luar Sistem.
Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem
adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar
sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan
sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem
dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. sedang lingkunagn luar
yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu
kalangsungan hidup dari sistem.
4). Penghubung Sistem
Penghubung (interfance) merupakan media penghubung
antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang
lainya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem
yang lainya membentuk satu kesatuan.
5). Masukan Sistem
Masukan
(input) sistem adalah energi yang masukan kedalam sistem. masukan dapat berupa masukan
perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenance
input adalah energi yang dimasukan supaya tersebut dapat beroperasi.signal
input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. sebagai contoh
didalam komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi
informasi.
6). Keluaran Sistem
Keluaran (output) sistem adalah hasil
dari energi yang diolah dan diklafikasikan menjadi keluaran yang berguna dan
sisa pembuangan. misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah
keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang
informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7). Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu
bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. suatu sistem
produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain
menjadi keluaran berupa barang jadi.
8). Sasaran Sistem
Sebuah sistem sudah tentu mempunyai
sasaran ataupun tujuan. Dengan adanya sasaran sistem, maka kita dapat menentukan
masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran apa yang akan dihasilkan sistem
tersebut dapat dikatakan berhasil apabila mencapai/mengenai sasaran atau pun
tujuan
c.
Bentuk – Bentuk
sistem
Menurut
Jogiyanto HM., (1999: 687), Sistem dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain:
·
Sistem abstrak,
adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak secara
fisik.
·
Sistem phisik,
adalah sistem yang ada secara phisik.
·
Sistem alamiah,
adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.
·
Sistem buatan
manusia, adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
·
Sistem tertentu
(deterministik system), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang
sudah dapat diprediksi sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
·
Sistem tak tentu
(probabilistik system), adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
·
Sistem tertutup,
adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.
·
Sistem terbuka,
adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
Husni
Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri (1997) menjelaskan bahwa pada
dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu:
·
Sistem alami
seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya.
·
Sistem buatan
manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain
sebagainya.
d.
Pelaku dari
sistem
pelaku
dari sistem yang dimaksud terdiri dari tujuh kelompok yaitu:
1)
Pemakai
Pada
umumnya ada tiga jenis pemakai yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2)
Manajemen
Tiga
jenis manajemen yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian
dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang diterapkan dalam
pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi
perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
3)
Pemeriksa
Pemeriksa
biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang
dikembangkan pada banyak perusahan sejenis.
4)
Penganalisa
Sistem
Fungsi-fungsinya
antara lain adalah sebagai:
Arkeolog;
yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan; bagaimana
sistem tersebut dijalankan, dan segala hal menyangkut sistem lama,
Inovator;
yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi
kemungkinan-kemungkinan lain,
Mediator;
yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi
dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan
pelaku sistem lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang
sama,
Pimpinan
proyek; penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari
programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja,
adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa
sistem.
5)
Pendesain Sistem
Pendesain
sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak
berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6)
Programmer
Setelah
pengnalisa sistem memberikan hasil kerjanya dan kemudian diolah oleh pendesain
sistem baru programmer dapat mulai bekerja. Karena itu programmer baru mulai
bekerja setelah penganalisa sistem selesai dengan pekerjaannya.
7)
Personil
pengoperasian
Pelaku
ini bertugas dan bertanggung jawab di pusat komputer misalnya jaringan,
keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan, dan back-up.
Sebuah
sistem secara umum adalah terdiri dari masukan, pengolahan, dan keluaran yang
terdiri dari bagian-bagian yang selalu terkait dan beroperasi bersama-sama
untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem
bagian (subsystems) dimana masing – masing subsistem dapat terdiri dari
subsistem – subsistem yang lebih kecil lagi atau komponen – komponen, yang
saling berhubungan dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang terpadu atau
terintegrasi (integrated) sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat
tercapai
2.
Informasi
Data yang diolah
menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk
pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan
pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para
pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut
merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode
ataupun cara – cara tertentu.
Menurut Gordon B.
Davis (1991), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini
atau mendatang
Menurut Lani Sidharta
(1995), Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat
keputusan
Menurut Jogiyanto HM.,
(1999), Informasi dapat didefinisikansebagai hasil dari
pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata
(fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan
Dengan demikian Informasi adalah hasil
pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang
mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya (Wikipedia -
Indonesia).Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari
pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang
digunakan untuk pengambilan keputusan.
3. Sistem Informasi
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari
orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian
yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi
sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal
dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk
pengambilan keputusan.
Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan
sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber
dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
Menurut O’Brien (2005,
p5), sistem
informasi adalah suatu kombinasi terartur
apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti
lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis
data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu
bentuk organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 tentang
komponen sistem informasi.
menurut
Lani Sidharta (1995), Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi
himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen
terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan
menghasilkan informasi untuk pemakai”
Sistem informasi didefinisikan Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam
buku Jogiyanto HM., (1999), Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut
Gordon B. Davis (1991), Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima
masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan
mengeluarkan hasilnya.
Jadi
dapat disimpulkan Sistem informasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang
terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan
menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan.
4. Psikologi
a.
Pengertian Psikologi
Psikologi (dari
bahasa Yunani Kuno:
psyche = jiwa
dan logos =
kata) dalam arti
bebas psikologi adalah
ilmu yang mempelajari
tentang jiwa/mental. Psikologi
tidak mempelajari jiwa/mental
itu secara langsung
karena sifatnya yang
abstrak, tetapi psikologi
membatasi pada manifestasi
dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan
proses atau kegiatannya,
sehingga Psikologi dapat
didefinisikan sebagai ilmu
pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku dan proses
mental. Secara keseluruhan
dapat disimpulkan bahwa
psikologi sebagai studi
ilmiah mengenai proses
prilaku dan proses-proses
mental. Psikologi merupakan
salah satu bagian dari ilmu prilaku atau ilmu sosial.
5.
Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu
bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu
sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang
psikologi.
Sistem informasi psikologi adalah suatu
sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu
psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan
suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.
Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-informasi-menurut.html



No comments:
Post a Comment