III. Teori Perkembangan Menurut
Salah Satu Tokoh Aliran Behavior, Psikoanalisa,Humanistik
Tokoh Behavior.
Skinner adalah salah satu tokoh yang terkenal
dalam psikologi. Dia adalah tokoh beraliran Behavioristik dengan teorinya yang
banyak dimanfaatkan untuk modifikasi perilaku. Teorinya yang terkenal adalah
belajar dengan operant conditioning. Nah, kali ini kita akan membahas teori
belajar operant conditioning Skinner.
Kenapa disebut perilaku operan?
Skinner percaya bahwa perilaku keseharian kita adalah perilaku bentukan karena
sebuah penguat.
Operant conditioning menekankan
pembentukan perilaku sebagai dampak dari efek yang ditimbulkannya. Jika efek
tersebut berdampak pada penguatan hubungan stimulus dan sespons-nya, maka
perilaku tersebut akan cenderung diulang. Contoh, jika makan dapat meredakan
rasa lapar dan menuju kepada kenyamanan rasa kenyang, maka makan akan menjadi
pilihan perilaku ketika perut merasakan lapar. Karena itulah, rumus pembentukan
perilaku menurut Skinner adalah S –> R –>R (Reinf). S adalah Stimulus, R
adalah Respon, R (Reinf) adalah Respon yang diperkuat.
Skinner tidak percaya bahwa
pembentukan perilaku sesederhana S –> R. Sebuah stimulus pasti direspon oleh
R yang tetap. R di sini adalah respon pokok dari sebuah stimulus. Hubungan S
dan R akan selalu tetap karena S di sini adalah eliciting stimuli bagi
munculnya eliciting behavior. Artinya, sebuah stimulus akan selalu direspon
dengan cara yang tepat sama. Ini bersesuaian dengan Classical Conditioning oleh
Ivan P.Pavlov. Padahal, menurut Skinner hubungan antara S dan R tidak
sesederhana pembentukan eliciting behavior. Ada faktor yang memperkuat dan
melemahkan perilaku. Karena itulah, perilaku yang dipelajari (hasil belajar)
sebenarnya adalah perilaku yang diperkuat (R-Reinf).
perkembangan kepribadian
Teori Skinner adalah tentang perubahan tingkah laku, belajar, dan modifikasi
tingkah laku. Skinner yakin bahwa pemahaman tentang kepribadian akan tumbuh
dari perkembangan tingkah laku manusia dalam interaksinya yang terus menerus
dengan lingkungannya.Skinner tidak melihat alasan untuk membagi proses
perkembangan ke dalam beberapa tahap. Ia juga tidak memberikan importansi
khusus pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Skinner memandang pengaruh
eksternal lebih dominan dalam membentuk tingkah laku.
1.Penghapusan
Penghapusan atau extinction terjadi ketika kita mencabut penguat dari suatu pengkondisian operan. Penghapusan (extinction) adalah berkurangnya kecenderungan untuk merespon yang terjadi apabila perkuatan yang mengikuti respon tersebut tidak ada lagi.
1.Penghapusan
Penghapusan atau extinction terjadi ketika kita mencabut penguat dari suatu pengkondisian operan. Penghapusan (extinction) adalah berkurangnya kecenderungan untuk merespon yang terjadi apabila perkuatan yang mengikuti respon tersebut tidak ada lagi.
2.Stimulus Penghukum (punishing stimulus)
Adalah stimulus aversif yang bila terjadi sesudah berlangsungnya sebuah respon operan akan mengurangi kemungkinan terjadinya respon tersebut di masa mendatang.ada 2 macam : positif dan negatif punishment
3.Schedule of Reinforcement
macamnya : Continuous Reinforcement (Penguatan Berkelanjutan),Fixed Interval (Interval Tetap),Fixed Ratio (Perbandingan Tetap),Variable Interval (Interval Berubah),Variable Ratio (Perbandingan Berubah).
4.Generalisasi dan diskriminasi
Generalisasi Stimulus (Stimulus Generalization) adalah proses timbulnya respon dari stimulus yang mirip dengan stimulus yang mestinya menimbulkan respon itu. Sedangkan diskriminasi stimulus (Stimulus Discrimination) adalah kemampuan untuk membedakan stimulus, sehingga stimulus itu tidak diberi respon, walaupun mirip dengan stimulus yang diberi penguat.
Generalisasi Stimulus (Stimulus Generalization) adalah proses timbulnya respon dari stimulus yang mirip dengan stimulus yang mestinya menimbulkan respon itu. Sedangkan diskriminasi stimulus (Stimulus Discrimination) adalah kemampuan untuk membedakan stimulus, sehingga stimulus itu tidak diberi respon, walaupun mirip dengan stimulus yang diberi penguat.
Tokoh Psikoanalisa
1.Teorinya disebut psikoanalitik, karena mendasarkan
ketidaksadaran
jiwa,tetapi mempunyai banyak perbedaan dengan teori Freud.
jiwa,tetapi mempunyai banyak perbedaan dengan teori Freud.
2.Jung memandang manusia dengan menghubungkan
teleologi
(tujuan) dan kausalitas (sebab – akibat).
3.Bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh sejarah individu dan
rasnya (kausalitas), dan tujuan – tujuan dan aspirasi (teleologi).
jadi faktor – faktor masa lalu dan masa yang akan datang
berpengaruh pada tingkah laku manusia.
(tujuan) dan kausalitas (sebab – akibat).
3.Bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh sejarah individu dan
rasnya (kausalitas), dan tujuan – tujuan dan aspirasi (teleologi).
jadi faktor – faktor masa lalu dan masa yang akan datang
berpengaruh pada tingkah laku manusia.
4.Bahwa tingkah laku manusia dibimbing baik oleh masa lalu
sebagai
aktualitas dan masa yang akan datang sebagai potensialitas.
aktualitas dan masa yang akan datang sebagai potensialitas.
Perkembangan kepribadian menurut carl jung
Tujuan perkembangan manusia adalah aktualisasi diri ( diferensi sempurna dan saling hubung yang selaras seluruh aspek kepribadian manusia) di dalam proses perkembangan kepribadian dapat terjadi gerak maju dan gerak mundur.
Tujuan perkembangan manusia adalah aktualisasi diri ( diferensi sempurna dan saling hubung yang selaras seluruh aspek kepribadian manusia) di dalam proses perkembangan kepribadian dapat terjadi gerak maju dan gerak mundur.
Tahap-tahap perkembangan:
1. Tahap pertama
Membuat sadar fungsi pokok serta sikap jiwa yang ada dalam ketidaksadaran.
2. Tahap kedua
Membuat sadar imago.
3. Tahap ketiga
Menyadari manusia hidup dalam berbagai pasangan yang berlawanan, baik rohaniah
maupun jasmaniah
4. Tahap keempat
Adanya hubungan selaras antara kesadaran dan ketadaksadaran.
1. Tahap pertama
Membuat sadar fungsi pokok serta sikap jiwa yang ada dalam ketidaksadaran.
2. Tahap kedua
Membuat sadar imago.
3. Tahap ketiga
Menyadari manusia hidup dalam berbagai pasangan yang berlawanan, baik rohaniah
maupun jasmaniah
4. Tahap keempat
Adanya hubungan selaras antara kesadaran dan ketadaksadaran.
Tokoh Humanistik
Abraham
Maslow
Teori
motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham
Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat
hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan
kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik
dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan
persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan
aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri
sendiri).
Maslow
memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa
aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial,
penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas.
Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan
tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara
dominan dipenuhi secara eksternal. (Maslow. (Inggris)A. Motivation and
Personality. New York: Harper & Row, 1954, hal. 57-67.)
1. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
2. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari
bahaya)
3. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan
orang lain, diterima, memiliki)
4. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan
mendapatkan dukungan serta pengakuan)
5. Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui,
memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik:
keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri:
mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi
tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan
mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya
sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam
masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
Prinsip pikiran Abraham Maslow berangkat dari kebutuhan manusia yang disusun secara hierarki dan
kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan pemenuhan diri. Abraham maslow menekankan prilaku manusia
disebabkan oleh motivasi tertentu yang bergerak secara sistematis demi sebuah “grows need” atau pemuasan
kebutuhan
2. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari
bahaya)
3. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan
orang lain, diterima, memiliki)
4. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan
mendapatkan dukungan serta pengakuan)
5. Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui,
memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik:
keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri:
mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi
tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan
mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya
sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam
masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
Prinsip pikiran Abraham Maslow berangkat dari kebutuhan manusia yang disusun secara hierarki dan
kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan pemenuhan diri. Abraham maslow menekankan prilaku manusia
disebabkan oleh motivasi tertentu yang bergerak secara sistematis demi sebuah “grows need” atau pemuasan
kebutuhan
Teori Kepribadian Abraham Maslow
Maslow dilahirkan pada tahun 1908 di Brooklyn, New York. Dia anak sulung dari tujuh bersaudara. Pada
waktu itu
Maslow berusia 14 tahun, orang tuanya berimigrasi dari Rusia menuju Amerika
Serikat. Dalam
perjalanan hidupnya, Maslow berkembang dalam iklim keluarga yang
kurang menyenangkan. Dia merasa
bahagia dan terisolasi, karena orang tuanya
tidak memberikan kash sayang, ayahnya bersikap dingin dan
tidak akrab, dan
sering tidak ada di rumah dalam waktu yang cukup lama. Ibunya seorang yang
sangat
dipercaya akan takhayul, yang sering mengkuhum Maslow gara-gara salah
kecil saja. Dia membenci,
menolak dan lebih mencintai saudaranya daripada
mencintai Maslow.
Pada suatu hari, Maslow membawa dua anak kucing yang tersesat,
ibunya membunuh kedua kucing
tersebut, kemudian ibunya menampar dan
membenturkan kepala Maslow ke tembok. Perlakuan ibunya
kepada Maslow memberikan
dampak yang serius bagi dirinya, tidak hanya kepada kehidupan
emosionalnya,
tetapi juga pada pekerjaannya dalam psikologi.
a.Hirarki
Kebutuhan
Maslow
berpendapat bahwa motivasi manusia diorganisasikan ke dalam sebuah hirarki
kebutuhan, yaitu
suatu susunan kebutuhn yang sistematis, suatu kebutuhan dasar
yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan
dasar lainnya muncul. Kebutuhan ini
bersifat instinktif yang mengaktifkan atau mengarahkan perilaku
manusia.
Meskipun kebutuhan itu bersifat instinktif,
namun perilaku yang digunakan untuk memuaskan
kebutuhan tersebut sifatnya
dipelajari, sehingga terjadi variasi perilaku dari setiap orang dalam cara
memuaskannya. Kebutuhan itu mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut.
1)Kebutuhan Fisiologis
1)Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia yang paling dasra,
kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan
makanan, minuman , seks, istirahat (tidur), dan oksigen. Maslow mengemukakan
bahwa manusia adalah binatang yang berhasrat dan jarang mencapai taraf kepuasan
yang sempurna, kecuali untuk suatu saat yang terbatas. Apabila suatu hasrat itu
telah terpuaskan, maka hasrat lain muncul sebagai pengggantinya.
2) Kebutuhan Rasa Aman
2) Kebutuhan Rasa Aman
Kebutuhan ini sangat penting bagi setiap orang,
baik anak, remaja, maupun dewasa. Pada anak kebutuhan akan rasa aman ini nampak
dengan jelas, sebab mereka suka mereaksi secara langsung terhadap sesuatu yang
mengancam dirinya. Agar kebutuhan anak akan rasa aman ini terpenuhi, maka perlu
diciptakan iklim kehidupan yang memberi kebebasan untuk berekspresi. Namun
pemberian kebebasan untuk berekspresi atau berperilaku itu perlu bimbngan dari
orang tua, karena anak belum memiliki kemampuan untuk mengarahkan perilakunya
secara tepat dan benar. Pada orang dewasa, kebutuhan ini memotivasinya untuk
mrncari kerja, menjadi peserta asuransi, atau menabung uang. Orang dewasa yang
sehat mentalnya, ditandai dengan perasaan aman, bebas dari rasa takut dan
cemas. Sementara yang tidak sehat ditandai dengan perasaan seolah-olah selalu
dalam keadaan terancam bencana besar.
3) Kebutuhan Pengakuan dan Kasih Sayang
Apabila kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpenuhi, maka individu mengembangkan kebutuhan untuk diakui dan disayangi atau dicintai. Kebutuhan ini dapat diekspresikan dalam berbagai cara, seperti: persahabatan, percintaan, atau pergaulan yang lebih luas. Melalui kebutuhan ini seseorang mencari pengakuan, dan curahan kasih sayang dari orang lain, baik dari orang tua, saudara, guru, pimpinan, teman, atau orang dewasa lainnya.
Kebutuhan untuk diakui lebih sulit untuk dipuaskan pada suasana masyarakat yang mobilisasinya sangat cepat, terutama di kota besar, yang gaya hidupnya sudah bersifat individualistik. Hidup bertetangga, aktif di organisasi, atau persahabatn dapat memberikan kepuasan akan kebutuhan ini.
3) Kebutuhan Pengakuan dan Kasih Sayang
Apabila kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpenuhi, maka individu mengembangkan kebutuhan untuk diakui dan disayangi atau dicintai. Kebutuhan ini dapat diekspresikan dalam berbagai cara, seperti: persahabatan, percintaan, atau pergaulan yang lebih luas. Melalui kebutuhan ini seseorang mencari pengakuan, dan curahan kasih sayang dari orang lain, baik dari orang tua, saudara, guru, pimpinan, teman, atau orang dewasa lainnya.
Kebutuhan untuk diakui lebih sulit untuk dipuaskan pada suasana masyarakat yang mobilisasinya sangat cepat, terutama di kota besar, yang gaya hidupnya sudah bersifat individualistik. Hidup bertetangga, aktif di organisasi, atau persahabatn dapat memberikan kepuasan akan kebutuhan ini.
Kebutuhan kan kasih sayang, atau mencintai
dan dicintai dapat dipuaskan melalui hubungan yang akrab dengan orang lain.
Maslow membedakan antara cinta dengan seks, meskipundiakuinya bahwa seks
merupakan salah satu cara pernyataan kebutuhan cinta. Dia sepentapat dengan
Rogers yaitu: keadaan dimengerti secara mendalan dan diterima dengan sepenuh
hati. Maslow berpendapat bahwa kegagalan dalam mencapai kepuasan kebutuhan
cinta atau kasih sayang merupakan penyebab utama dari gangguan emosional atau maladjustment
4) Kebutuhan Pengahrgaan
4) Kebutuhan Pengahrgaan
Jika seseorang telah merasa dicintai atau diakui, maka orang itu
akan mengembangkan kebutuhan perasaan berharga. Kebutuhan ini meliputi dua
kategori, yaitu: (a) harga diri meliputi kepercayaan diri, kompetensi,
kecukupan, prestasi, dan kebebasan; (b) penghargaan dari orang lain meliputi
pengakuan, perhatian, prestise, respek, dan kedudukan (status). Memperoleh kepuasan dari kebutuhan ini
memunhkinkan individu memiliki rasa perccaya diri akan kemampuan dan
penampilannya; menjadi lebih kompeten; dan produktif dalam semua aspek
kehidupan. Sebaliknya apabila seseorang mengalami kegagalan dalam memperoleh
kepuasan atau mengalami lack
of self-esteem maka dia akan
mengalami rendah diri,tidak berdaya, tidak bersemangat, dan kurang percaya diri
terhadap kemampuannya untuk mengetasi masalah kehidupan yang dihadapinya.
5) kebutuhan Kognitif
5) kebutuhan Kognitif
Secara
alamiah manusia memiliki hasrat ingin tahu (memperoleh pengetahuan, atau
pengalaman tentang sesuatu). Hasrat ini mulai berkembang sejak akhir usia bayi
dan awal masa anak, yang diekspresikan sebagai rasa ingin tahunya dalam bentuk
pengajuan pertanyaan tentang berbagai hal, baik diri maupun lingkungannya. Rasa
ingin tahu ini biasanya terhambat perkembangannya oleh lingkungan, baik
kkeluarga maupun sekolah. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan ini akan
menghambat pencapaian perkembangan kepribadian secara penuh. Menurut Maslow,
rasa ingin tahu ini merupakan cirri mental yangsehat. Kebutuhan kognitif ini diekspresikan sebagai kebutuhan
untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, menjelaskan, mencari sesuatu atau
suasana baru dan meneliti
6) Kebutuhan Estetika
6) Kebutuhan Estetika
Kebutuhan estetik (order and beauty)
merupakan cirri orang yang sehat mentalnya. Melalui kebutuhan inilah manusia
dapat mengembangkan kretivitasnya dalam bidang seni (lukis, rupa, patung, dan
grafis), arsitektur, tata busana, dan tata rias. Di samping itu orang yng sehat
mentalnya ditandai dengan kebutuhan keteraturan, keserasian, atau keharmonisan
dalam setiap aspek kehidupannya, seperti dalam cara berpakaian (rapi dengan
keterpaduan warna yang serasi), dan pemeliharaan ketertiban lalu lintas. Orang
yang kurang sehat mentalnya, atau sedang mengalami gangguan emosional, dan
stress biasanya kurang memeperhatikan kebersihan, dan kurang apresiatif
terhadap keteraturan dan keindahan
7) Kebutuhan Aktualisasi Diri
7) Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini merupakan puncak dari hirarki kebutuhan manusia
yaitu perkembangan atau perwujudan potensi dan kapasitas secara penuh. Maslow
berpendapat bahwa manusia dimotivasi untuk menjadi segala sesuatu yang dia
mampu untuk menjadi itu. Walaupun kebutuhan lainnya terpenuhi, namun apabila
kebutuhan katualisasi diri tidak terpenuhi, tidak mengembangkan atau tidak
mampu menggunakan kemampuan bawaannya secara penuh, maka seseorang akan
mengalami kegelisahan, ketidaktenangan, atau frustasi.
b. Kepribadian yang Sehat
Maslow
berpendapat bahea seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia
telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya
sebagai dirinya secara penuh (self-actualizing person). Dia mengemukakan
teori motivasi bagi self-actualizing
person dengan nama
metemotivation, meta-needs,
B-motivation, atau being values (kebutuhan untuk berkembang).
Seseorang yang telah mampu mengaktualisasikan dirinya tidak termotivasi untuk
mengejar sesuatu (tujuan) yang khusus, mereduksi ketenangan, atau memuaskan
suatu kekurangan. Mereka secara menyeluruh tujuannya akan memperkaya,
memperluas kehidupannya dan mengurangi keterangan melalui bermacam-macam
pengalaman yang menantang. Dia berusaha untuk mengembangkan potensinya secara
maksimal, dengan memperhatikan lingkungannya. Dia juga berada dalam
keadaan menjadi yaitu
spontan, alami, dan senang mengekspresikan potensinya secara penuh.
Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan
dirinya, dia dinamai
D-motivation atau Deficiency. Tipe motivasi ini cenderung mengejar hal yang khusus untuk memenuhi kekurangan dalam dirinya, seperti mencari makanan untuk memenuhi rasa lapar. Ini berarti bahwa kebutuhan khusus (lapar) untuk tujuan yang khusus (makanan) menghasilkan motivasi untuk memperoleh sesuatu yang dirasakannya kurang (mencari makanan). Motif ini tidak hanya berhubungan dengan kebutuhan fisiologis, tetapi juga rasa aman, cinta kasih, dan penghargaan.
D-motivation atau Deficiency. Tipe motivasi ini cenderung mengejar hal yang khusus untuk memenuhi kekurangan dalam dirinya, seperti mencari makanan untuk memenuhi rasa lapar. Ini berarti bahwa kebutuhan khusus (lapar) untuk tujuan yang khusus (makanan) menghasilkan motivasi untuk memperoleh sesuatu yang dirasakannya kurang (mencari makanan). Motif ini tidak hanya berhubungan dengan kebutuhan fisiologis, tetapi juga rasa aman, cinta kasih, dan penghargaan.
Terkait dengan metaneeds,
Maslow selanjutnya mengatakan bahwa kegagaln dalam memuaskannya akan berdampak
kurang baik bagi individu, sebab dapat menggagalkan pemuasan kebutuhan yang
lainnya, dan juga melahirkan metapatologi yang dapat merintangi
perkembangannya. Metapatologi merintangi self-actualizers untuk mengekspresikan, menggunakan,
memenuhi potensinya, merasa tidak berdaya, dan depresi. Individu tidak mampu
mengidentifikasi sumber penyebab khusus dari masalah yang dihadapinya dan usaha
untuk mengatasinya.
Mengenai self-actualizing
person, atau orang yang sehat mentalnya, Maslow mengemukakan cirri-cirinya
sebagai berikut.
1) Mempersepsi kehidupan atau
dunianya sebagaimana apa adanya,
dan merasa nyaman dalam menjalaninya.
dan merasa nyaman dalam menjalaninya.
2) Menerima dirinya sendiri, orang lain,
dan lingkungannya.
3) Bersikap mandiri atau independent.
3) Bersikap mandiri atau independent.
4) Memiliki apresiasi yang segar
terhadap linkungan di sekitarnya.
5) Memiliki minat social: simpati, empati, dan
altruis.
6) Bersikap demokratis (toleran, tidak rasialis, dan
terbuka).
7) Kreatif (fleksibel, spontan, terbuka, dan tidak
takut salah).
Pandangannya terhadap hakikat manusia, Maslow
berpendapat bahwa manusia itu bersifat optimistik, bebas berkahendak, sadar
dalam memilih, unik, dapat mengatasi pengalaman masa kecil, dan baik. Menurut
dia, kepribadian itu dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan.
Dalam kaitannya dengan peran lingkungan,
khususnya sekolah dalam mengembangkan self-actualization,
Maslow mengemukakan beberapa upaya yang seyogianya dilakukan oleh sekolah
(dalam hal ini guru-guru) yaitu sebagai berikut.
1) Membantu siswa dalam menemukan identitasnya (jati dirinya) sendiri.
2) Membantu siswa untuk mengeksplorasi pekerjaan.
3) Membantu siswa untuk memahami keterbatasan (nasib) dirinya.
4) Membantu siswa untuk meperoleh pemahaman tentang nilai-nilai.
5) Membantu
siswa agar memahami bahwa hidup ini berharga.
6) Mendorong
siswa agar mencapai pengalaman puncak dalam kehidupannya.
7) Memfasilitasi siswa agar dapat memuaskan kebutuhan
dasarnya (rasa aman
berharga, dan rasa
diakui).



No comments:
Post a Comment