YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Friday, June 7, 2013

Tugas ke 3 kesehatan mental

IV.Pengertian Stress dan  Faktor yang menimbulkan Stress
Pengertian Stres
Stres dalam arti secara umum adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang.
Dalam bahasa sehari – hari stres di kenal sebagai stimulus atau respon yang menuntut individu untuk melakukan penyesuaian.
®    Menurut Lazarus & Folkman (1986) stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial
membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres juga adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis ( Chapplin, 1999). Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang digunakan dalam ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi fisik, biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada organisme itu sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. (McGrath, dan Wedford dalam Arend dkk, 1997).
®    Menurut Lazarus & Folkman (1986) stres memiliki memiliki tiga bentuk yaitu:
1. Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang
menimbulkan stres atau disebut juga dengan stressor.
2. Respon, yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu yang
muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang
muncul dapat secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah
tersinggung.
3. Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara
aktif dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi
maupun afeksi.
 Rice (2002) mengatakan bahwa stres adalah suatu kejadian atau stimulus lingkungan yang menyebabkan individu merasa tegang. Atkinson (2000) mengemukakan bahwa stres mengacu pada peristiwa yang dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang. Situasi ini disebut sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap situasi stres ini sebagai respon stres.
Berdasarkan berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu keadaan yang menekan diri individu. Stres merupakan mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang saling terkait baik fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, dimana mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Faktor-faktor yang menimbulkan stress
1. Kepribadian
a. Intovert dan Ektrovert
 Ciri-ciri kepribadian ekstrovert dan introvert secara umum adalah ambivalen (bertentangan). Pada tahun 1962 Isabel Myers meringkas buku tipe psikologi Jung dan bersama ibunya Katharyn Briggs membuat alat tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yang bertujuan untuk membuat sebuah psikotes, yang dapat menggolongkan manusia sesuai dengan teori Jung, sekaligus merumuskan teori Jung untuk penggunaan praktis (dalam Ambarita, 2004).
 Berdasarkan MBTI (dalam Kevin, 1993) dapat diuraikan ciri-ciri tipe kepribadian Jung tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

Ciri Kepribadaian Ekstrovert :
·         Senang berbicara
·         Mudah menjalin hubungan dengan orang lain
·         Mudah mengekspresikan perasaan
·         Senang menceritakan pengalaman kepada orang lain
·         Senang melakukan pembicaraan dengan orang lain
·         Aktif dan enerjik
·         Lebih banyak berbicara daripada mendengar
·       Mudah untuk mengekspresikan pendapat tentang suatu hal
·         Senang memberi pendapat secara aktif dari pada hanya memikirkan saja

Ciri Kepribadian Introvert :
·         Senang berdiam diri
·         Lebih senang berpikir
·         Suka menarik diri
·         Berhenti sejenak jika sedang merasa ragu-ragu
·     Suka mengekpresikan dengan cara lain jika ingin mendeskripsikan sesuatu
·         Sering menahan rasa senang, sedih di dalam hati
·         Menyatakan diri secara perlahan-lahan
·         Lebih memilih menahan ide didalam pikiran sendiri
·         Sering menahan emosi
Dapat disimpulkan pribadi yang intovert yang cenderung memilik sikap tertutup lebih memiliki ketegangan yang lebih tinggi dari pada pribadi yang extrovert yang cenderung memiliki sikap tertutup,sehingga dapat menyebabkan resiko terkena stress lebih sering

2. Kecakapan
Pribadi yang sehat tentu memiliki kecakapan dalam menyesuaikan diri, tidak hanya sekedar itu ia memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan sehat, berkualitas, dan tidak kaku dalam segala kondisi. Penyesuaian diri yang baik serta mampu beradaptasi dengan lingungan secara cepat.sedangkan stres kecakapan dimana keadaan tenaga kerja tidak diberi peluang untuk menggunakan keterampilan yang diperolehnya, atau untuk  mengembangkan kecakapan potensialnya secara penuh.

3. Nilai dan kebutuhan:
a. Sosialisasi ; bagaimana manusia atau pribadi bersosialisasi dan beriteraksi dengan masalah sebagai sesuatu kebutuhan sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain, dalam menyelesaikan masalah, gotong royong dan sebagainya.
b. Adaptasi : manusia tentu harus beradaptasi dengan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan atau agar ia bisa diterima dalam lingkungan kemasyarakatan.
c. internalisasi
Sosialisasi, adaptasi, internalisasi -> dan bila tidak mampu akan menimbulkan stress

4.Reaksi dalam stress
Flight : Lari dari masalah yang sedang dihadapi.      
Fight : Tidak hanya diam, punya semangat untuk menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut.

5.Beberapa teknik – teknik penenangan pikirian antara lain :
· Meditasi : Bentuk dari proses tenang, mencoba menghilangkan semua masalah-masalah yang ada di pikiran.
·  Autogenik : Relaksasi yang ditimbulkan pada diri sendiri, cara dari diri sendiri untuk menghilankan stress.
· Neuromuscular ( syaraf otot / otot syaraf)
  Cara untuk merelaksasikan diri, misalnya dengan memegang bahu, menggerak-gerakan badan, megang
  tulang leher biar merasa tenang


Pengalaman pribadi stress positif dan negatif
Stress positif
Ketika saya memasuki lingkungan kuliah saya mengalami stress berat kaya kampus jauh sekali dari rumah dan dikampus ini pun saya khawatir tidak memiliki teman.tetapi berjalan nya waktu saya menikmati perjalan menuju kampus meskipun jauh,itu membuat saya lebih mandiri,dan dikampus sekarang saya memiliki teman karena meskipun saya pemalu,saya mencoba berkenalan denga sekitar dan akhirnya memiliki teman.
Stress negatif
Ketika setiap pagi menuju kampus itu macet dan saya pun mengalami stress karena takut terlambat kekampus,stress tersebut membuat mood saya menjadi tidak enak dan membuat kegiataan dikampus saya berantakan

Sumber :

No comments:

Post a Comment