IV.Pengertian
Stress dan Faktor yang menimbulkan
Stress
Pengertian
Stres
Stres dalam arti secara umum adalah
perasaan tertekan, cemas dan tegang.
Dalam bahasa sehari – hari stres di
kenal sebagai stimulus atau respon yang menuntut individu untuk melakukan
penyesuaian.
®
Menurut Lazarus & Folkman (1986)
stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari
tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial
membahayakan,
tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres
juga adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis (
Chapplin, 1999). Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang digunakan
dalam ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi
fisik, biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada organisme
itu sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. (McGrath, dan
Wedford dalam Arend dkk, 1997).
®
Menurut Lazarus & Folkman (1986)
stres memiliki memiliki tiga bentuk yaitu:
1.
Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang
menimbulkan
stres atau disebut juga dengan stressor.
2.
Respon, yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu yang
muncul
karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang
muncul
dapat secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta
respon psikologis seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah
tersinggung.
3.
Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara
aktif
dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi
maupun
afeksi.
Rice (2002) mengatakan bahwa stres adalah
suatu kejadian atau stimulus lingkungan yang menyebabkan individu merasa
tegang. Atkinson (2000) mengemukakan bahwa stres mengacu pada peristiwa yang
dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang. Situasi
ini disebut sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap situasi stres
ini sebagai respon stres.
Berdasarkan berbagai penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu keadaan yang menekan diri
individu. Stres merupakan mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang
saling terkait baik fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang
mengalaminya, dimana mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya
berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Faktor-faktor yang
menimbulkan stress
1. Kepribadian
a. Intovert dan
Ektrovert
Ciri-ciri kepribadian ekstrovert dan introvert
secara umum adalah ambivalen (bertentangan). Pada tahun 1962 Isabel Myers
meringkas buku tipe psikologi Jung dan bersama ibunya Katharyn Briggs membuat
alat tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yang bertujuan untuk membuat sebuah
psikotes, yang dapat menggolongkan manusia sesuai dengan teori Jung, sekaligus
merumuskan teori Jung untuk penggunaan praktis (dalam Ambarita, 2004).
Berdasarkan MBTI (dalam
Kevin, 1993) dapat diuraikan ciri-ciri tipe kepribadian Jung tipe Kepribadian
Ekstrovert dan Introvert. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri Kepribadaian Ekstrovert :
· Senang
berbicara
· Mudah
menjalin hubungan dengan orang lain
· Mudah
mengekspresikan perasaan
· Senang
menceritakan pengalaman kepada orang lain
· Senang
melakukan pembicaraan dengan orang lain
· Aktif
dan enerjik
· Lebih
banyak berbicara daripada mendengar
· Mudah
untuk mengekspresikan pendapat tentang suatu hal
· Senang
memberi pendapat secara aktif dari pada hanya memikirkan saja
Ciri Kepribadian Introvert :
· Senang
berdiam diri
· Lebih
senang berpikir
· Suka
menarik diri
· Berhenti
sejenak jika sedang merasa ragu-ragu
· Suka
mengekpresikan dengan cara lain jika ingin mendeskripsikan sesuatu
· Sering
menahan rasa senang, sedih di dalam hati
· Menyatakan
diri secara perlahan-lahan
· Lebih memilih menahan ide didalam pikiran sendiri
· Sering
menahan emosi
Dapat
disimpulkan pribadi yang intovert yang cenderung memilik sikap tertutup lebih
memiliki ketegangan yang lebih tinggi dari pada pribadi yang extrovert yang
cenderung memiliki sikap tertutup,sehingga dapat menyebabkan resiko terkena
stress lebih sering
2.
Kecakapan
Pribadi
yang sehat tentu memiliki kecakapan dalam menyesuaikan diri, tidak hanya
sekedar itu ia memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan sehat, berkualitas,
dan tidak kaku dalam segala kondisi. Penyesuaian diri yang baik serta mampu
beradaptasi dengan lingungan secara cepat.sedangkan stres kecakapan dimana keadaan tenaga kerja
tidak diberi peluang untuk menggunakan keterampilan yang diperolehnya, atau
untuk mengembangkan kecakapan potensialnya secara penuh.
3.
Nilai dan kebutuhan:
a. Sosialisasi
; bagaimana manusia atau pribadi bersosialisasi dan beriteraksi dengan masalah
sebagai sesuatu kebutuhan sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain,
dalam menyelesaikan masalah, gotong royong dan sebagainya.
b. Adaptasi
: manusia tentu harus beradaptasi dengan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan
atau agar ia bisa diterima dalam lingkungan kemasyarakatan.
c. internalisasi
Sosialisasi, adaptasi, internalisasi -> dan bila
tidak mampu akan menimbulkan stress
4.Reaksi dalam stress
Flight
: Lari dari masalah yang sedang dihadapi.
Fight
: Tidak hanya diam, punya semangat untuk menghadapi masalah dan menyelesaikan
masalah tersebut.
5.Beberapa teknik – teknik
penenangan pikirian antara lain :
· Meditasi : Bentuk
dari proses tenang, mencoba menghilangkan semua masalah-masalah yang ada di pikiran.
· Autogenik
: Relaksasi yang ditimbulkan pada diri sendiri, cara dari diri sendiri untuk menghilankan stress.
· Neuromuscular (
syaraf otot / otot syaraf)
Cara untuk merelaksasikan diri, misalnya dengan memegang
bahu, menggerak-gerakan badan,
megang
tulang leher biar merasa tenang
Pengalaman
pribadi stress positif dan negatif
Stress
positif
Ketika
saya memasuki lingkungan kuliah saya mengalami stress berat kaya kampus jauh
sekali dari rumah dan dikampus ini pun saya khawatir tidak memiliki
teman.tetapi berjalan nya waktu saya menikmati perjalan menuju kampus meskipun
jauh,itu membuat saya lebih mandiri,dan dikampus sekarang saya memiliki teman
karena meskipun saya pemalu,saya mencoba berkenalan denga sekitar dan akhirnya
memiliki teman.
Stress
negatif
Ketika
setiap pagi menuju kampus itu macet dan saya pun mengalami stress karena takut
terlambat kekampus,stress tersebut membuat mood saya menjadi tidak enak dan
membuat kegiataan dikampus saya berantakan
Sumber
:
No comments:
Post a Comment